Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Diminta Pada Dirud PT Elnusa Petrofin Segera Evaluasi Kinerja HRD Lj, Memicu Keresahan Dikalangan Supir.

Medan Labuhan.mupbuser.com//
Sejumlah supir awak mobil tangki (AMT) bekerja di perusahaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) di PT Elnusa Petrofin Fuel terminal Medan Group (TMG).

Pasalnya para supir mengeluh akibat adanya dugaan pemotongan uang gaji dan Ritase, diduga dilakukan Inisial (LJ) selaku HRD di PT Elnusa Petrofin, dinilai tidak transparan dan membebani para supir mobil tangki Jumat (6/3/2026).

Para supir mengeluh setiap gajian selalu terdapat pemotongan yang dilakukan Inisial (LJ) selaku HRD di PT Elnusa Petrofin, namun yang menjadi pertanyaan supir setiap gajian tidak pernah disertai dengan slif gaji maupun slif Ritase sebagai rincian pembayaran upah kepada supir. 

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan belum ada tindakan tegas dan Transparan dari Perusahaan PT Elnusa Petrofin sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan pekerja.

Ini bukan yang pertama kali terjadi protes terhadap inisial (LJ) selaku HRD di PT Elnusa Petrofin, diduga arogan melakukan pemotongan gaji supir secara sepihak

Seorang sopir AMT yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, para sopir tidak pernah mendapat penjelasan resmi mengenai dasar pemotongan gaji tersebut.

 “Setiap kali kami gajian selalu ada potongan, tapi kami tidak tahu potongan itu berdasarkan apa. 

HRD tidak pernah menjelaskan kepada kami. Bahkan slip gaji dan slip ritase juga tidak pernah diberikan kepada kami sebagai sopir,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/3).

Menurutnya, transparansi mengenai sistem pengupahan merupakan hak karyawan yang seharusnya dipenuhi oleh perusahaan.
Ia juga menyinggung ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang mengatur bahwa pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah atau slip gaji kepada pekerja setiap kali pembayaran dilakukan.

Para sopir menilai kondisi tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kerja dan berharap manajemen perusahaan segera memberikan penjelasan terbuka kepada para pekerja.

Selain itu, para supir meminta kepada pimpinan perusahaan Elnusa petrofinn untuk mengaudit inisial (LJ), sebab HRD LJ memiliki Mobil INOVA Zenix. 

Semenjak menjadi HRD di PT elnusa Labuan Deli, diduga penerima karyawan  Drver baru wajib memberikan uang pada HRD LJ untuk bisa meloloskan jadi AMT elnusa petrofin.

para sopir juga berharap manajemen pusat PT Elnusa Petrofin dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap merugikan para pekerja di lapangan.

Tidak hanya itu, para sopir juga meminta pihak PT Pertamina Patra Niaga sebagai pemberi kepercayaan transportasi distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara agar ikut memperhatikan persoalan yang terjadi di lingkungan kerja transportir tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak HRD PT Elnusa Petrofin yang disebut dalam keluhan para sopir belum memberikan tanggapan. 

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan singkat WhatsApp belum mendapatkan jawaban.

Selain itu para supir juga berharap kepada Dirut PT Elnusa Petrofin mengevaluasi kinerja oknum HRD PT Elnusa Petrofin Fuel terminal Medan Group yang berinisial LJ. (Nik)



Posting Komentar

0 Komentar