Aksi demo para warga yang didominasi para Omak- omak tersebut membentangkan karton bertuliskan tuntutan aksinya, copot Lurah Paya Pasir Medan Marelan.
Dalam orasinya warga menuntut Camat Medan Marelan Zulkifly Pulungan untuk merekomendasikan pencopotan Lurah Paya Pasir karena dinilai kurang peduli terhadap warga korban banjir.
Lurah tersebut jarang masuk kantor biarpun dia warga kelurahan Paya Pasir sulit untuk ketemu.
Sewaktu banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah engak hadir bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam (intimidasi) tak akan lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami.
Kami memohon kepada Walikota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja”, ungkap Syahdan warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir saat diwawancarai usai mengelar aksi tersebut.
Sementara itu, Camat Medan Marelan Zulkifly Pulungan saat diwawancarai menanggapi aksi demo warga Paya Pasir mengatakan, terimakasih atas aspirasinya, saya sebagai camat Medan Marelan telah menerima kehadiran dan aspirasi dari para warga Paya Pasir.
Pada intinya, aspirasi warga akan saya catat terkait Lurah yang kurang aktif akan saya tegur dan coba saya bina dulu, apabila tidak berubah maka akan saya laporkan langsung pada atasannya.(Nik)

0 Komentar